sehelai kasih telah bersemadi,
bersemadi bersama jasadmu buat selamanya,
kau pergi bersama kasih sayangmu,
yang sukar untukku cari ganti.
Tanah itu menjadi saksi,
kau pergi bersama kasih sayangmu,
aku tidak berdaya menghalangmu pergi,
semuanya itu anugerah yang terakhir di dunia ini,
Air mata temanku disaat itu,
mengalir tanpaku minta,
air mata juga mengiringimu perjalananmu,
tangisan menjadi gendang suasana pusaranmu.
Setahun telah berlalu,
dirimu telah meninggalkan kami,
masih terasa hangatnya kasih sayangmu,
sebagai seorang ayah yang membawa putera puterimu ke dunia ini.
Ayah,
pergimu di saat itu,
meninggalkan seibu kelukaan dan kerinduan,
yang menjadi bekalan dalam perjuangan warismu.
Ayah,
hari ini genap setahun perpisahan kita,
perpisahan yang suci hadir walau tanpa kerelaan,
mengukir sejarah yang takkan hilang.
21 septerber 2008,
hari yang berbekas di hatiku,
hari ayah pergi meninggalkan kami,
hari tanah dan air mata menjadi saksi membina pusaran tanah suci.
Selasa, 22 September 2009
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)



Tiada ulasan:
Catat Ulasan